Tuesday, June 4, 2019

Idul Fitriku sepi (part 1)

Tak terasa sudah lima tahun saya, aa dan teteh ditinggalkan bapak pergi menghadap Illahi Rabbi. Satu kenyataan yang tak mudah kami hadapi.
Dulu bapak pergi tujuh hari setelah hari Raya Idul Fitri, sekarang di malam takbiran ini malam terakhir di bulan Ramadhan dimana besok menjelang hari raya hari di mana biasanya kami selalu berkumpul bersama :|

Bagi saya pribadi, kepergian bapak lima tahun lalu serasa begitu cepat, amat mendadak malah.
Sedang berobat jalan ke rumah sakit buat memulihkan kondisinya sebagai persiapan menghadapi Operasi hernia yang sedang dideritanya, saya masih ingat betul bapak bolak-balik masuk rumah sakit selalu berdua bersama saya, hingga bapak menghadap Allah pas di hari ketujuh setelah Idul Fitri saat bapak sedang memberikan sambutan dalam rangka acara pindahan keluarga pengantin salah seorang saudara.
Serangan jantung yang diderita bapak sebelum wafat adalah yang kedua.
Sebelumnya tahun 2009 bapak mendapat serangan jantung berat dan dulu sempat dirawat di rumah sakit di kota Cirebon

Secara fisik sakit bapak tak kelihatan. Serangan jantung itu datang tak diduga, datang secara tiba-tiba dan membuat setengah bagian dadanya sakit yang sangat. Jika serangan itu datang, yang ada dalam benakku adalah bisa menggantikan rasa sakit yang dideritanya. Tapi itu tak pernah terjadi hingga bapak menutup mata di hari Minggu untuk selamanya, bapaaak :'(

Banyak yang sudah bapak lakukan bagi kami, anak-cucunya. Tapi teramat sedikit yang telah saya lakukan sebagai anak kepada bapak. Rasanya belum tuntas bakti ini saya berikan pada bapak yang
sudah merawat, membesarkan dan memberikan pendidikan pada saya dan kakak-kakak. Bersama almarhumah ibu, keduanya menjadi tim tangguh yang mampu membalikkan hal yang mustahil menjadi mungkin. Dengan penghasilan yang tak seberapa besar, kami hidup sederhana sejak kecil saya dirangsang meraih yang terbaik dalam pendidikan, dididik menjadi anak yang baik. Dan jalan selalu terbuka manakala ada kerja keras dan tekad yang kuat, dari kami dan juga kedua orang tua.
Kepergian bapak adalah sebuah kehilangan besar bagi saya. Sulit menjelaskan seberapa besar dan seberapa dalam rasa kehilangan itu.
Logika berfikir saya sudah saya setel sedemikian rupa untuk menerima kepergian ini. Namun, ada rasa yang tak bisa diungkapkan, yang tak mampu menerima semua itu dengan mudah.
Entah sudah berapa banyak air mata ini mengalir tiba-tiba tanpa saya kehendaki ketika saya menyendiri :'(
Saya biarkan saja air mata ini mengalir, karena mungkin dengan itu saya bisa menjalani penyembuhan menerima kehilangan itu.
Di luar itu, saya percaya do’a adalah obat penyembuh paling mujarab. Do’a kami semua untukmu Bapak. Bapak memang berpulang, tapi bapak tidak pergi, bapak ada di hati kami masing-masing.

Semoga bapak dan ibu diterima iman islamnya, bantu doanya ya!! :-)
Besok adalah Idul Fitri, saya ucapkan minal aidin walfaidzin, mohon maafkan saya maafkan maafin saya!!

Tuesday, November 22, 2011

Nakal, modal seorang entrepreneur

Masa sekolah adalah masa
favorit kebanyakan orang,
setuju?! Cinta monyet, bolos
sekolah, dan berbagai
kenakalan masa remaja/
dewasa lainnya adalah salah
satu momen yang seru dan
ngga terlupakan. Di masa ini
pula seringkali kita
menemukan teman-teman
yang akrab dengan masalah,
terutama karena kenakalan-
kenakalan yang ia buat. Ngga
cuma dengan teman-teman
lainnya, bahkan guru dan juga
dirinya sendiri.
Maka ngga jarang “anak-anak
nakal ini” sering kita
simpulkan sebagai orang-
orang yang Madesu alias masa
depannya suram. Boro-boro
belajar dan ngerjain PR,
kadang buku dalam tas pun
cuma bawa satu. Sehari-
harinya cuma bikin ribut
suasana kelas, nge-geng,
ngejailin orang, dan kelakuan
nakal lainnya. Jadi ngga heran
kalau nilai-nilai mereka di
rapot hampir merah semua.
Tapi pernahkah kemudian
Anda menemukan kembali
teman-teman ini setelah
sekian tahun terlewati dan
ternyata dalam kondisi yang
berbeda dari apa yang
dilakukannya di masa sekolah
dulu? Mereka ngga cuma
bekerja, tapi jadi pengusaha
(entrepreneur) bahkan punya
perusahaan sendiri.
Seperti pernah suatu waktu
saya ketemu seorang teman
saya yang dulunya nakalnya
bukan main, tiap bulan entah 1
atau 2 kali pasti sempat
“nongkrong” di ruang BP. “Di
mana (kerja) sekarang?” saya
mulai percakapan. “Gue jualan
sepatu sekarang. Produksi
sendiri. Main dong ke kantor
gue!” jawabnya, sebuah
tawaran menarik sekaligus
miris. Ya, saat itu saya heran
bukan main, orang yang
dulunya nakal kok sekarang
bisa kepikiran jadi pengusaha
ya?! Pepatah ”Don’t judge
book by its cover” benar-benar
sakti ya!
Saat itu saya seolah-olah ngga
terima kondisi mereka yang
ibaratnya jadi bos di
perusahaan sendiri. Sementara
banyak orang lain yang
(meskipun) punya jabatan
tinggi tapi tetap aja kerja di
perusahaan orang lho
statusnya. Prestigenya kalah
dengan mereka yang punya
usaha sendiri. Ingat! Sekarang
bukan zamannya lagi
membanggakan diri karena
bisa bekerja di perusahaan
BUMN atau sebagai
PNS. Sekarang zamannya
penghasilan ngga berbatas
dengan waktu yang lebih
leluasa. Ya jadi entrepreneur
caranya.
Mungkin dulu kita sangat
percaya bahwa dengan kerja
keras, semua hal mudah
dicapai. Memang betul, kerja
keras menjadi dasarnya tapi
melihat mereka yang
sekarang sukses padahal
dulunya ngga mencerminkan
itu (nakal), kadang bikin kita
merasa dicurangi. “Tuhan
ngga adil!” gitu kira-kira
bahasa lebaynya. Capek-capek
belajar dan berprestasi dari
kecil tapi masih aja kerja buat
orang lain.
Ada ungkapan menarik dari
Jaya Setiabudi di bukunya The
Power of Kepepet yang senada
dengan kondisi tersebut
sekaligus menjadi cambuk
buat saya sendiri; “Lebih baik
kecil jadi bos daripada gede
jadi kuli. Kuli, ngga kerja ngga
dapat makan. Kalau bos, ngga
kerja pun dapat makan.”.
Semakin maju zaman, semakin
maju pula pemikiran kita.
Kerja keras sebagai sebuah
standar kerja kemudian
melebur menjadi kerja cerdas.
Sebuah pola kerja yang
memadukan kemampuan fisik
dengan kemampuan/
kepintaran seseorang dalam
melihat peluang. Latar
belakang pendidikan dan
pengalaman menjadi penting
dalam hal ini. Bisa dibilang,
orang-orang yang punya
prestasi dan pengalaman baik
akan mendapatkan tempatnya
dengan pola kerja seperti ini.
Tapi kemudian hal ini
dipatahkan saat orang-orang
yang ngga kita perhitungkan
mulai terjun di kerasnya
persaingan usaha. Bukan kerja
keras dan kerja cerdas saja
yang mereka bawa, lebih dari
itu mereka menerapkan pola
kerja kreatif. Begitulah saya
menamakannya. Pola kerja
inilah yang menjadi dasar dari
si “anak-anak nakal” tersebut.
Dengan pola kerja kreatif
mereka ngga sekadar bisa
melihat peluang, lebih dari itu
mereka menciptakan peluang!
Apalagi dengan tools dan
media yang terus tumbuh
seperti social media dan
gadget, yang sekarang ini
ibarat sebuah platform baru
dalam dunia bisnis.
Fenomenanya bisa kita
rasakan sendiri, saat akun
twitter @infobdg atau yang
sejenisnya kini menjadi sumber
berita yang lebih dipercaya
(berdasarkan jumlah
followersnya) banyak orang
Bandung atau oleh orang-
orang yang punya ketertarikan
dengan Bandung. Coba cek
deh di twitter antara akun @
infobdg dan @pikiran_rakyat!
Perhatikan jumlah
followersnya, Anda mungkin
terkejut dengan temuan ini!
Kita juga bisa bercermin dari
Ma Icih, yang notabene cuma
keripik pedas, yang sebetulnya
bukan barang baru di Bandung
bahkan di Indonesia. Tapi sejak
kemunculannya, keripik pedas-
keripik pedas lainnya ibarat
biji jagung jadi pop corn,
meletup-letup keluar dari
wadahnya dengan berbagai
label. Bukan cuma itu, cara
jualan Ma Icih pun menjadi
standar bagi keripik-keripik
pengikutnya. Sebuah channel
distribution yang keluar dari
jalur mainstream, yang
membuat produk menjadi
lebih eksklusif karena dicari
banyak orang.
Begitulah orang-orang yang
bekerja dengan pola kerja
kreatif. Mereka melihat lebih
jauh sebuah peluang dengan
menciptakan peluang itu
sendiri. Pola pikir kreatif dan
inovasi yang dilakukan orang-
orang di belakangnya
menjadikan brand mereka
bukan sekadar dikenal tapi
menjadi fenomena.
Mengapa kemudian saya
katakan pola kerja kreatif ini
dimiliki oleh “anak-anak
nakal”? Berikut analisa yang
ingin saya bagi bersama,
mudah-mudahan berguna.
Risk-taking person
People said they were nuts. I
said, “They have guts!”. Buat
saya, mereka-mereka ini
bukan orang “gila” yang suka
membuat kehebohan dan
melakukan hal-hal diluar
perkiraan, mereka punya
nyali! Ya, nyali untuk
mencoba! Banyak orang yang
under estimate dengan
kemampuan mereka dan
menganggap yang mereka
lakukan itu modal nekat,
tanpa perhitungan. Tapi buat
mereka, ”Biar deh gue
dibilang nekat dan tanpa
perhitungan. Tapi gue ngga
lebih buruk daripada orang
yang ngga pernah mencoba
karena kebanyakan mikir.”
begitu timpal teman saya.
Banyak orang yang justru
berilmu tinggi menghabiskan
waktunya dengan berpikir,
memikirkan segala
kemungkinan yang ada.
Memang baik, tapi kalau ngga
jalan-jalan ya buat apa
dipikirin! Sementara “anak-
anak nakal” ini ngga peduli
gagal. Ini penting! Mereka
ngga takut gagal!
The Power of Kepepet
Mengutip judul bukunya Jaya
Setiabudi, “anak-anak nakal”
ini, karena tanpa rencana jelas
seringkali mengambil jalan
(keputusan) dalam kondisi
kepepet. Apakah buruk?
Nyatanya tidak. Dalam
buku The Power of Kepepet,
penulis mengungkapkan
kekuatan terpendam manusia
yang didasarkan pada kondisi
kepepet/ terdesak. Ingat saat
kita mau menghadapi ujian
sekolah? Entah kenapa kita
bisa menerapkan SKS alias
Sistem Kebut Semalam untuk
menghadapi ujian tersebut.
Otak mendadak encer
menangkap materi yang
dihapalkan, sampai-sampai
ngantuk dan capek pun
terkalahkan. Bandingkan
dengan kondisi biasa untuk
belajar, malasnya bukan main!
Begitupun dalam bisnis. Uang
pinjaman bank yang digunakan
sebagai modal adalah motivasi
lebih untuk bisa membayar
angsurannya karena jika tidak
dibayar barang kita yang
menjadi agunan bisa raib.
Beda kalau kita pakai uang
pinjaman dari orang tua,
keluarga, atau teman, karena
toleransinya bisa begitu besar,
sehingga keadaan ini tidak
menjadi motivasi tambahan
untuk kita bekerja lebih baik.
“Anak-anak nakal” ini
memang tanpa rencana, tapi
mereka menghadapinya.
Pergaulan/ Networking Luas
Ingat bagaimana “anak-anak
nakal” biasanya nge-geng?
Nongkrong rame-rame, kapan
saja, di mana saja. Kedekatan
mereka ini seringkali berada
pada tahap saling support
dalam banyak hal, termasuk
bisnis. Mereka juga terbuka
dengan orang baru alias tidak
membatasi pergaulannya.
Banyak orang yang langsung
menaruh curiga pada orang
baru. Wajar banget, tapi
dalam hal ini keterbukaan
menjadi modal kuat
menambah pergaulan. Mau
sukses? Eksis deh! Banyak
teman artinya peluang makin
terbuka lebar, karena pada
dasarnya ngga ada kesuksesan
yang bisa didapat karena
usaha sendiri melainkan
karena adanya dukungan
orang-orang di sekitar kita.
Spirit of Freedom
Pada dasarnya setiap anak
tidak ingin dikekang, tidak
suka aturan, oleh karena itu
mereka selalu berusaha
melepaskan diri dari hal-hal
semacam itu saat aturan
tersebut ada. Semangat
kebebasan yang membuat
pikiran mereka selalu lebih
hidup dibandingkan dengan
orang yang “terkotak-kotak”
karena sebuah aturan,
sehingga seringkali membuat
orang-orang ini ibarat jalan
ditempat karena takut salah
jika keluar/ berbeda dari
aturan yang ada.
Nah berdasarkan 4 hal ini pula
kita bisa sama-sama
mengambil simpulan bahwa
dengan membiasakan diri
berpikir seperti “anak-anak
nakal”, kita diajarkan untuk
tidak takut mengambil
langkah (keputusan). Bukan
dengan jadi nakal beneran lho!
Tapi mengiplementasikan pola
pikirnya saja. Jangan
membebani pikiran terlalu
ribet dalam ketakutan,
kekhawatiran, atau
kesempurnaan saat
menetapkan langkah, karena
semuanya semu dan ngga
akan pernah jadi nyata
sebelum kita mencoba dan
melewatinya. Just do it! Kalau
kata taglinenya Nike.

Saturday, August 13, 2011

6 SIKAP WANITA YANG HARUS DI HINDARI SAAT PACARAN

6 Sikap yang Harus Dihindari
di Awal Pacaran
Hestianingsih : Wolipop
wolipop - Jakarta, Banyak hal-
hal yang membuat pria
nyaman berada di dekat
wanita. Tapi tak sedikit juga
yang menyebabkan mereka
takut, tidak betah dan
perlahan menjauh. Dilansir
oleh Your Tango, berikut ini
enam sikap yang sebaiknya
tidak Anda lakukan dalam
berhubungan asmara,
terutama di awal-awal masa
pacaran.
1. Terlalu Sering Membahas
Soal Pernikahan dan Masa
Depan
Bukannya pria tidak ingin
menikah dan berkeluarga.
Tapi secara umum, pria
melihat pernikahan sebagai
sesuatu yang besar dan
rencana jangka panjang.
Mereka lebih suka
membicarakan hal-hal di
masa sekarang, daripada
masa depan yang belum
pasti. Jika masa pacaran Anda
baru beberapa bulan, apalagi
masih dalah masa
pendekatan, sebaiknya
hindari topik pembicaraan
tentang pernikahan kalau
Anda tidak mau dia 'lari'
menjauh.
2. Frase "Kita harus bicara"
Dalam pikiran pria, tiga kata
tersebut sangat menakutkan.
Ketika mendengar kalimat ini
dilontarkan kekasihnya,
mereka cenderung langsung
membayangkan pembicaraan
serius dan bertanya-tanya,
'apakah ada kesalahan yang
saya lakukan?'. Daripada
membuatnya bertanya-tanya
dan gelisah, lebih baik
tambahkan penjelasan di
belakang tiga kata tersebut,
misalnya: 'Kita harus
berbicara tentang peristiwa
Sabtu kemarin' atau 'Kapan
kamu ada waktu untuk
membicarakan kenapa
kemarin tidak jadi datang?'.
Dengan begitu, pikirannya
tidak akan berkecamuk dan
diskusi bisa berjalan lancar
tanpa ada miskomunikasi.
3. Bilang "Aku Cinta Kamu"
Terlalu Awal dan Berulang-
ulang
Anda baru saja beberapa jam
jadi pasangan kekasih, tapi
sudah mengucapkan kalimat
sakti, "Aku cinta kamu"? Ya,
mungkin Anda memang
sangat mencintainya. Tapi
melontarkan kata-kata
tersebut di awal hubungan
bukan ide yang bagus. Bagi
para pria, perasaan
mendalam yang sudah timbul
di awal-awal masa pacaran
merupakan suatu tanda kalau
wanita yang dipacarinya itu
adalah tipe agresif atau
terlalu bernafsu. Seseorang
yang mungkin akan
mengekangnya dan bersikap
posesif. Boleh saja
menyatakan cinta, tapi
tunggulah saat yang tepat.
Misalnya setelah dua-tiga
bulan, atau ada peristiwa
berkesan yang membuat
perasaan kalian kian terikat.
4. Menelepon atau Kirim
Pesan Teks Berkali-kali
Dalam Sehari
Menunjukkan perhatian
dengan bertanya; 'Kamu ada
di mana?', 'Sedang apa?' atau
'Bagaimana keadaan kamu
hari ini?' memang bisa
menyenangkan hati
pasangan. Tapi jika setiap
jam, pagi-siang-sore
panggilan masuk ke
ponselnya dipenuhi nomor
dari Anda, lama-lama dia
akan merasa selalu diawasi
dan menganggap Anda
terlalu obsesif.
Jika si dia tidak segera
mengangkat panggilan,
jangan menelepon berulang-
ulang atau membombardir
dengan pesan teks puluhan
kali sampai dia membalasnya.
Jangan sampai dia
mengangkat telepon hanya
karena terganggu suara
bising dari ponselnya.
Bersabarlah, mungkin dia
sedang sibuk dan ketika ada
kesempatan, kekasih Anda itu
pasti akan balas
menghubungi.
5. Emosi Cepat Berubah
Karena Sesuatu yang Tidak
Jelas
Anda sedang berkencan
dengannya dan terlihat
senang. Tapi karena tindakan
dia yang salah sedikit, Anda
berubah kesal dan diam
seharian tanpa memberitahu
sebabnya. Sikap inilah yang
bisa membuat pria stres.
Mood yang sering berubah-
ubah akan membuat pria
bingung harus berbuat apa.
Dia akan lebih bisa
menangani wanita yang
meluapkan kekesalannya
secara verbal dan jelas,
daripada yang bersikap
seperti gunung es. Ketika ada
sesuatu yang mengganjal,
bicarakanlah, jangan
menyuruh si dia bermain
'tebak-tebak buah manggis'.
Jika kebiasaan ini diteruskan,
sang kekasih bisa tak tahan
dan akhirnya menjauh.
6. Dia Satu-satunya Orang
yang Dekat dengan Anda
Kemanapun dia pergi, Anda
harus selalu ikut dengannya.
Dia juga tidak pernah melihat
Anda bersosialisasi dengan
rekan kerja atau orang lain.
Bagi Anda, hanya sang
kekasih yang ada dalam hidup
dan membuat Anda enggan
berhubungan dengan teman-
teman.
Pria memang akan tersanjung
jika ia menjadi orang yang
terpenting bagi wanitanya.
Tapi ketika dia melihat Anda
tidak punya kehidupan selain
dengannya, kekasih bisa
menganggap Anda orang
yang anti-sosial dan
penyendiri. Dia pun akan
takut waktu kumpul bersama
teman-temannya akan
berkurang karena harus
selalu menemani Anda. Ingat,
dunia bukan hanya soal Anda
dan kekasih, tapi juga
keluarga dan lingkungan
sekitar. Cobalah beri sedikit
ruang untuk Anda dan dia
menikmati hidup masing-
masing. Hubungan cinta akan
lebih berwarna dan dinamis.

Monday, August 8, 2011

Awalnya ku slalu mikirin mu, stiap saat stiap waktu. Itu krna ku tkt khilangan mu, ku syng km ingin memilikimu, itu dulu.

Cukup sudah ak sabar atas sikap2mu slama ini. Padahal sempat terpikirkan ku punya rencana baik untk mu. Skrng ak sadar hadirmu sebatas masalah bagiku, plin plan n angkuh mu msih parasit pd dirimu, dirimu yg mudah dipengaruhi orang2 skitarmu. Msh saja ku ingat n terngiang di telingaku kau slalu bilang sayang pd ku. Skrng?? melihatmu skrng sprti ini terus ak jd gk tau, tulus dari hati kah ucapanmu saat itu? Benarkah kau sayang aku? Jwb!! :@
Skrng dirimu tak lagi
bisa ku andalkan
apa yang kau rasa aku tak
merasa, kini ku mengerti
ku harus pahami selalu saja
aku yang harus memahami

dirimu takkan pernah
bisa sanjungkan ak untuk
sewajarnya
selalu kau slalu anggap ak yang
salah, ak yang salah.

Wednesday, July 13, 2011

GUNAKAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENARGUNAKAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR

MARILAH KITA
BERBAHASA INDONESIA YANG
BAIK DAN BENAR ==
“ GUNAKAN BAHASA
INDONESIA DENGAN BAIK DAN
BENAR " , maka Harus kita
fahami bahwa hal ini sebagai
Menghargai Bahasa Persatuan
dari Bangsa Indonesia yang
diperjuangkan oleh para
pendahulu dan para Founding
Father kita , artinya Jangan
Lecehkan Bahasa Indonesia
dengan mengacaukannya
dalam penyebutan dan
penulisan nya .
Menurut kami orang2 yg
DENGAN SENGAJA telah
menggunakan Bahasa Alay , itu
sama artinya dengan
Melecehkan dan telah
Menghina Bahasa Indonesia ,
kalau anda ( pemakai Bhs
Alay ) tidak merasa
mempunyai Kebanggaan
dengan memakai Bahasa
Indonesia maka Rasa
Kebangsaan anda pun Patut
Dipertanyakan.
Maka bersama kami
menghimbau Janganlah
Melecehkan dan Menghina
Bahasa kita sendiri Banggalah
dengan Bahasa sendiri agar
orang2 di luar pun bisa
menghargai Bahasa kita .
Perlu kami tekankan disini
bahwa dalam hal ini Bukan
berarti kita tidak boleh
menggunakan bahasa asing
atau bahasa daerah , tapi
kalaupun anda merasa harus
menggunakannya
pergunakanlah semua bahasa
tsb juga dg benar , kalaupun
anda tak menguasai Bahasa
Asing anda bisa belajar dahulu
sehingga anda layak
menggunakannya .
Page KDCR ini sangat terbuka
sekali , anda bisa saja menulis
komentar dlm Bahasa Asing
atau bahasa daerah tetapi
kalau anda menggunakan
Bahasa Indonesia maka kita
harus membiasakan diri untuk
Menghargai Bahasa kita
sendiri , maka kalau anda
merasa mempunyai
Kebanggaan dengan
menggunakan Bahasa
Indonesia , Pergunakanlah
Bahasa Indonesia dengan Baik
dan benar .
Note : Di bawah ini kami
sertakan sedikit ttg Sejarah
Bahasa Indonesia .
======
Sejarah Bahasa Indonesia
Bahasa indonesia adalah
bahasa resmi Republik
Indonesia dan sudah diakui
sebagai Bahasa Resmi dan
Bahasa Persatuan Bangsa
Indonesia.
Bahasa Indonesia diresmikan
penggunaanya setelah
proklamasi Kemerdekaan
Indonesia, tepatnya sehari
sesudahya.
Bahasa indonesia adalah
bahasa resmi yang digunakan
untu berkomunikasi. Hingga
saat ini bahasa indonesia
merupakan bahasa yang terus
menghasilkan kata-kata yang
baru baik penciptaan maupun
penyerapan dari bahasa
daerah dan bahasa asing.
Kelahiran bahasa indonesia :
-Pada tanggal 28-10-1928,
sumpah pemuda.
-Diangkat dari bahasa melayu
( yang berasal dari sekitar
Riau).
-Dibina melalui kongres bahasa
indonesia 1 thn 1938.
-Disusul melalui kongres
bahasa indonesia 2 thn 1954.
-Kongres bahasa indonesia
melahirkan lembaga yang
dikenal dengan Pusat Bahasa.
Pembinaan bahasa indonesia :
-Dibina oleh pusat bahasa dan
konres bahasa indonesia.
-Terdapat organisasi yang
bertujuan membina bahasa
indonesia.
Perkembangan bahasa :
-Bahasa melayu purba.
-Bahasa melayu kuno pada
zaman sriwijaya abad 4-14
ditulis dengan huruf pallawa.
-Bahasa melayu klasik abad
14-18 ditulis dengan huruf atau
tulisan arab.
-Bahasa melayu peralihan abad
19 ditulis dengan abjad latin.
-Bahasa melayu baru adab ke
20.
-Bahasa melayu modern ada 2
pembagian yaitu bahasa
indonesia dan bahasa malaysia.
-Menjadi Bahasa Indonesia
pada sumpah pemuda pada
tanggal 28-10-1928.
Ragam bahasa melayu
-Melayu Riau Johor.
-Melayu Betawi.
-Melayu Tionghoa
-Melayu Manado
-Melayu Maluku.
-Melayu Balai Pustaka,
pujangga baru.
-Dsb
Bahasa melayu kuno pada
prasasti :
-Prasasti kedukan bukit
ditemukan di palembang pada
tanggal 16 juni 682.
-Prasasti talang tuwo
ditemukan di palembang pada
tanggal 23 maret 684.
-Prasasti kota kapur ditemukan
di bangka pada tanggal 28
februari 686.
-Prasati karang brahi
ditemukan di jambi pada tahun
692.
-Prasati telaga batu ditemukan
di palembang pada abad ke 7.
-Prasati palas pasemah
ditemukan di lampung selatan
pada abad ke 7.
-Prasasti Sojomerto ditemukan
di pekalongan pada abad ke 7
-Prasati manjucrignra
ditemukan di klaten pada
tanggal 6 november 792.
-Prasati kayumwungun
ditemukan di temanggung pada
tahun 824.
-Prasati sang hyang wintang
ditemukan di aceh pada tahun
1380.
-Dll.
Aksara dalam tulisan :
Melayu kuno ditulis dalam
aksara pallawa.
Beberapa ciri bahasa melayu
kuno :
-Aksara B, dulu V.
-Tidak ada lafal E.
-Awalan di-, dulu ni-
-Awalan me-, dulu ma-
Awalan ber-, dulu mar-
-Akhiran nya, dulu na
-Ada kalanya -nya-, dulu -na-
Pembakuan ejaan :
-Dulu dipakai tulisan arab atau
huruf jawi.
-Tahun 1901 digunakan ejaan
van ophuijsen.
-Tahun 1947 digunakan ejaan
soewandi atau Ejaan Republik.
-Tahun 1972 digunakan ejaan
yang disempurnakan.
-Ejaan yang disempurnakan
meyeragamkan ejaan di
Brunei, Malaysia, Indonesia,
Singapura dalam pertemuan
mabbim.
Tulisan arab atau jawi :
Bahasa melayu ditulis dalam
huruf arab, dikenal sebagai
jawi.
Bahasa melayu :
-Bahasa melayu tinggi yaitu
Bahasa Melayu Balai Pustaka.
-Bahasa melayu sehari-hari /
pasar yaitu yg dipakai oleh
Koran Sin Po dan Koran Keng
Po, kedua koran ini termasuk
koran pertama yg secara resmi
menggunakan Bahasa
Indonesia ( waktu itu masih
banyak disebut sebagai Bahasa
Melayoe ).
Kemudian Bahasa Indonesia
mengenal Ejaan Soewandi yang
diperkenalkan pada tahun 1947
dengan maksud melakukan
beberapa penyederhanaan,
yaitu :
-Oe dan u menjadi u. -Tidak
membedakan ai dan "ai".
-Bunyi hamzah menjadi k
seperti tak dan takluk.
-Kata ulang yang ditulis dengan
huruf 2 diatas seperti kuda2
dan kadang2.
Lalu pada ada penyempurnaan
lagi yaitu dengan Ejaan Yang
Disempurnakan, EYD ini
menimbulkan banyak
perubahan dalam Bahasa
Indonesia terutama adanya
beberapa perubahan yang
diperkenalkan pada tahun
1972, yang initi adalah :
-Tj berubah menjadi c.
-Dj berubah menjadi j.
-J berubah menjadi y.
-Nj berubah menjadi ny.
-Sj berubah menjadi sy.
-a' berubah menjadi a.
-e dan "e" berubah menjadi e.
-Ch berubah menjadi kh.
Peralihan Bahasa Melayu ke
Bahasa Indonesia diperoleh
melalui hasil keputusan
Kongres Bahasa Indonesia.
Bahasa Tulisan terdiri atas :
-Aksara.
-Kata.
-Kalimat.
-Paragraf.
-Wacana.
Demikianlah sedikit ulasan
mengenai Sejarah Bahasa
Indonesia , semoga setelah
membaca artikel ini kita bisa
lebih menaruh Penghargaan
dan Mempunyai Kebanggaan
dalam Berbahasa Indonesia
yang baik dan Benar .
* Dari berbagai sumber dg
perubahan dan penyesuaian
seperlunya
(dikutip dari Page Tionghoa
Indonesia dengan penyesuaian
seperlunya)

Monday, July 11, 2011

Jika aku mati muda

Jika aku mati muda
Aku ingin dikenang dengan
mata yang berbinar.
Aku ingin diingat sebagai
sebuah keindahan.
Aku ingin dimandikan tangan
ibuku yang mulai keriput.
Aku ingin digendong ayahku
yang mulai menua.
Aku ingin dipanggul para
sahabatku.
Aku ingin mendapat doa
terbaik dari teman-temanku.
Dan aku, ingin berada di
tempat terdekat dari sisi-Mu,
Wahai Sang Pemilik
Kehidupan.
Karena itu, kumohon,
anugrahilah aku umur yang
berkah, agar pantas
mendapat segala kebaikan
itu!
Amin Ya Rabb!!!

Saturday, July 9, 2011

SURGAMU

sepertinya baru hari kemarin kau puji
aku..
sepertinya baru hari kemarin jugak
kau ucapkan selamat tidur ke aku..
tapi kenapa sekarang engkau yang
tidur..??
tidur untuk selamanya..
serasa tak percaya..
serasa mimpi..
ingin rasanya mengulang waktu..
melihat senyum mu,
melihat wajah teduh mu,
sempat ingin menyapa mu..
tapi apadaya..
keegoisan lah yang menyelimuti hati
ku..
maaf kan aku atas ke egoisan aku..
maaf kan aku atas sikap ketus ku
terhadap mu..
maaf kan aku atas segalanya..
selamat jalan..
semoga di tidur indah mu, kau temui
"SURGA" yang menjadi impian kita..