Saturday, August 13, 2011

6 SIKAP WANITA YANG HARUS DI HINDARI SAAT PACARAN

6 Sikap yang Harus Dihindari
di Awal Pacaran
Hestianingsih : Wolipop
wolipop - Jakarta, Banyak hal-
hal yang membuat pria
nyaman berada di dekat
wanita. Tapi tak sedikit juga
yang menyebabkan mereka
takut, tidak betah dan
perlahan menjauh. Dilansir
oleh Your Tango, berikut ini
enam sikap yang sebaiknya
tidak Anda lakukan dalam
berhubungan asmara,
terutama di awal-awal masa
pacaran.
1. Terlalu Sering Membahas
Soal Pernikahan dan Masa
Depan
Bukannya pria tidak ingin
menikah dan berkeluarga.
Tapi secara umum, pria
melihat pernikahan sebagai
sesuatu yang besar dan
rencana jangka panjang.
Mereka lebih suka
membicarakan hal-hal di
masa sekarang, daripada
masa depan yang belum
pasti. Jika masa pacaran Anda
baru beberapa bulan, apalagi
masih dalah masa
pendekatan, sebaiknya
hindari topik pembicaraan
tentang pernikahan kalau
Anda tidak mau dia 'lari'
menjauh.
2. Frase "Kita harus bicara"
Dalam pikiran pria, tiga kata
tersebut sangat menakutkan.
Ketika mendengar kalimat ini
dilontarkan kekasihnya,
mereka cenderung langsung
membayangkan pembicaraan
serius dan bertanya-tanya,
'apakah ada kesalahan yang
saya lakukan?'. Daripada
membuatnya bertanya-tanya
dan gelisah, lebih baik
tambahkan penjelasan di
belakang tiga kata tersebut,
misalnya: 'Kita harus
berbicara tentang peristiwa
Sabtu kemarin' atau 'Kapan
kamu ada waktu untuk
membicarakan kenapa
kemarin tidak jadi datang?'.
Dengan begitu, pikirannya
tidak akan berkecamuk dan
diskusi bisa berjalan lancar
tanpa ada miskomunikasi.
3. Bilang "Aku Cinta Kamu"
Terlalu Awal dan Berulang-
ulang
Anda baru saja beberapa jam
jadi pasangan kekasih, tapi
sudah mengucapkan kalimat
sakti, "Aku cinta kamu"? Ya,
mungkin Anda memang
sangat mencintainya. Tapi
melontarkan kata-kata
tersebut di awal hubungan
bukan ide yang bagus. Bagi
para pria, perasaan
mendalam yang sudah timbul
di awal-awal masa pacaran
merupakan suatu tanda kalau
wanita yang dipacarinya itu
adalah tipe agresif atau
terlalu bernafsu. Seseorang
yang mungkin akan
mengekangnya dan bersikap
posesif. Boleh saja
menyatakan cinta, tapi
tunggulah saat yang tepat.
Misalnya setelah dua-tiga
bulan, atau ada peristiwa
berkesan yang membuat
perasaan kalian kian terikat.
4. Menelepon atau Kirim
Pesan Teks Berkali-kali
Dalam Sehari
Menunjukkan perhatian
dengan bertanya; 'Kamu ada
di mana?', 'Sedang apa?' atau
'Bagaimana keadaan kamu
hari ini?' memang bisa
menyenangkan hati
pasangan. Tapi jika setiap
jam, pagi-siang-sore
panggilan masuk ke
ponselnya dipenuhi nomor
dari Anda, lama-lama dia
akan merasa selalu diawasi
dan menganggap Anda
terlalu obsesif.
Jika si dia tidak segera
mengangkat panggilan,
jangan menelepon berulang-
ulang atau membombardir
dengan pesan teks puluhan
kali sampai dia membalasnya.
Jangan sampai dia
mengangkat telepon hanya
karena terganggu suara
bising dari ponselnya.
Bersabarlah, mungkin dia
sedang sibuk dan ketika ada
kesempatan, kekasih Anda itu
pasti akan balas
menghubungi.
5. Emosi Cepat Berubah
Karena Sesuatu yang Tidak
Jelas
Anda sedang berkencan
dengannya dan terlihat
senang. Tapi karena tindakan
dia yang salah sedikit, Anda
berubah kesal dan diam
seharian tanpa memberitahu
sebabnya. Sikap inilah yang
bisa membuat pria stres.
Mood yang sering berubah-
ubah akan membuat pria
bingung harus berbuat apa.
Dia akan lebih bisa
menangani wanita yang
meluapkan kekesalannya
secara verbal dan jelas,
daripada yang bersikap
seperti gunung es. Ketika ada
sesuatu yang mengganjal,
bicarakanlah, jangan
menyuruh si dia bermain
'tebak-tebak buah manggis'.
Jika kebiasaan ini diteruskan,
sang kekasih bisa tak tahan
dan akhirnya menjauh.
6. Dia Satu-satunya Orang
yang Dekat dengan Anda
Kemanapun dia pergi, Anda
harus selalu ikut dengannya.
Dia juga tidak pernah melihat
Anda bersosialisasi dengan
rekan kerja atau orang lain.
Bagi Anda, hanya sang
kekasih yang ada dalam hidup
dan membuat Anda enggan
berhubungan dengan teman-
teman.
Pria memang akan tersanjung
jika ia menjadi orang yang
terpenting bagi wanitanya.
Tapi ketika dia melihat Anda
tidak punya kehidupan selain
dengannya, kekasih bisa
menganggap Anda orang
yang anti-sosial dan
penyendiri. Dia pun akan
takut waktu kumpul bersama
teman-temannya akan
berkurang karena harus
selalu menemani Anda. Ingat,
dunia bukan hanya soal Anda
dan kekasih, tapi juga
keluarga dan lingkungan
sekitar. Cobalah beri sedikit
ruang untuk Anda dan dia
menikmati hidup masing-
masing. Hubungan cinta akan
lebih berwarna dan dinamis.

No comments:

Post a Comment